Saturday, September 21, 2013

Grafkom

Tulisan pertama di blog ini saya persembahkan untuk Tugas Grafika Komputer yang harus ditulis di blog pribadi, dibela-belain bikin blog dulu ;___; Meterinya tentang komponen sistem grafik computer hardware dan software. Disini saya akan membahas ke bagian hardware-nya khususnya scanner.

Seperti yang kita ketahui scanner berfungsi untuk meng-copy atau menyalin gambar atau teks yang kemudian disimpan. Fungsi scanner ini mirip mesin fotocopy, perbedaannya adalah mesin fotocopy hasilnya dilihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya dapat ditampilkan melalui monitor terlebih dahulu, sehingga kita dapat melakukan modifikasi sesuai kebutuhan dan kemudian dapat disimpan kembali, baik dalam bentuk file text ataupun file gambar. Scanner yang digunakan untuk meng-copy gambar atau foto yang dilengkapi dengan fasilitas OCR (Optical Character Recognition).

          Selain scanner untuk gambar terdapat pula scan yang biasa digunakan untuk membaca dokumen. Scanner yang bisa digunakan untuk melakukan scan lembar jawaban computer adalah OMR (Optical Mark Reader)  yang biasa digunakan untuk LJK (Lembar Jawaban Komputer) pada Ujian Nasional. Scan jenis ini terdiri dari lampu sensor yang disebut Optik, yang dapat mengenali jenis pensil 2B. Dengan menentukan posisi baris dan kolom pada kertas ynag bersangkutan dan kemudian dikonversikan pada table yang dimiliki, maka OMR bisa mengetahui jawaban yang diberikan salah atau benar.

           Nah disini kita akan membahas lebih lanjut tentang cara kerja scanner. Jenis scanner yang paling banyak dijumpai adalah jenis scanner flat bed yang berbentuk persegi panjang





          Ketika kamu menekan tombol mouse untuk memulai scanning maka yang terjadi adalah:
1.     Komputer akan menentukan seberapa jauh motor stepper yang membawa lampu akan maju, jaraknya ditentukan oleh panjang gambar dan posisi gambar di kaca scanner.
2.     Lampu mulai menyala dan motor stepper akan mulai berputar untuk menggerakkan lampu hingga posisi akhir gambar.
3.     Cahaya yang dipancarkan ke gambar akan dipantulkan, pantulan yang dihasilkan akan dibaca oleh sejumlah cermin menuju lensa scanner.
4.     Cahaya pantulan tersebut sampai ke sensor CCD.
5.     Sensor CCD akan mengukur intensitas cahaya dan panjang gelombang yang dipantulkan dan merubahnya menjadi tegangan listrik analog.
6.     Tegangan analog tersebut akan diubah menjadi nilai digital oleh alat pengubah ADC (Analog to Digital)
7.     Sinyal digital dari sensor CCD akan dikirim ke papan lojgik dan dikirimkan kembali ke computer dalam bentuk data digital yang menunjukkan warna pada titik-titik gambar yang dipantulkan

                Selanjutnya, ada 2 macam perbedaan scanner dalam memeriksa gambar yang berwarna yaitu:
1.     Scanner yang hanya bisa 1 kali meng-scan dan menyimpan semua warna pada saat itu.
2.     Scanner yang langsung bisa 3 kali digunakan untuk menyimpan beberapa warna. Warna-warna tersebut adalah merah, hijau, dan biru.

            Scanner yang disebut pertama lebih cepat dibandingkan dengan yang kedua, tetapi   menjadi   kurang   bagus   jika   digunakan   untuk   reproduksi   warna. Kebanyakan scanner dijalankan pada 1-bit (binary digit / angka biner), 8-bit (256   warna),   dan   24   bit   (lebih   dari   16   juta   warna).   Nah,   bila   kita membutuhkan   hasil   yang   sangat   baik   maka   dianjurtkan   menggunakan scanner dengan bit yang besar agar resolusi warna lebih banyak dan bagus.

SSumber: 

http://amirlahjeni.wordpress.com/2010/12/15/cara-kerja-scanner/